Skip to main content

Am I Still Alive?

Ketika ia tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan berhenti dengan menyisakan kurang dari satu sentimeter bibirnya dari bibirku.

Am I still alive? Because I can feel that my heart stop beating for a while.

Comments

Popular posts from this blog

Well, ya.

Lagi-lagi bermasalah dengan muka.

Sebenernya bukan hal baru lagi buat aku kalau orang lain mempermasalahkan muka dan attitudeku.
Yang aku heran, disaat aku sudah mencoba merubah image tapi tetap dibilang seperti itu.

Don't Grow Up Faster

I love it.

When you slept next to me and held my hand so tightly.
I couldn't help but smile when you didn't want to let my hand go, padahal kamu sedang tertidur.

Kadang aku berpikir, apa di dalam mimpimu pun kamu tak mau melepaskanku? Atau jika kamu ingin melepaskanku, tapi dalam alam bawah sadarmu sebenarnya tidak ingin melepaskanku?

Kalau sudah begini, rasanya aku rela lebih lama perjalanan dalam mobil hanya untuk melihatmu tidur.

Pelangi (II)

Sekali lagi aku menatap wajahnya. Bagaimana bisa ia bercerita begitu semangatnya mengenai hidupnya. Mengenai keluarganya, teman-temannya, dan kehidupannya di sekolah yang baru. Maafkan aku, tapi aku terlalu terkesima dengan wajahmu saat bercerita sampai aku melewatkan beberapa hal yang kau ceritakan. Apakah aku terhipnotis?

Waktu tak terasa terus berjalan. Dan aku masih menemukan dunia-dunia baru yang tidak pernah ku temui sebelumnya.

"Sudah pernah ke Bromo belum?"

Hari itu menjadi hari yang mungkin takkan terlupakan olehku. Saat mama dan papa nya mengajakku pergi ke Bromo karena tau kalau aku belum pernah pergi kesana. And it was so beautiful, melihat sunrise dan kawah di ketinggian yang bukan aku banget. Dia dengan sabarnya menuntun aku yang phobia ketinggian, naik tangga, untuk liat kawah yang dia sudah pernah lihat.
Dan yang paling membuatku bahagia adalah saat kau berkata,

"Nanti kita ajak papa mama mu kesini ya."

Hey pelangiku.

Aku tidak bisa menjamin kita di m…